TISNA NEWS.COM

Beyond Inspiring News

2 SEBAB MENGAPA ‘TATHAYYUR’ BISA MENGHILANGKAN TAUHID

Khazanah Islami – Syaikh Shalih Al-‘Utsaimin berkata:

“Pengertian tathayyur secara etimologi adalah mashdar dari kata kerja تطير, diambil dari kata burung. Ini berawal dari perbuatan orang arab yang melihat keuntungan dan kesialan dari gerakan burung yang mereka kenal dengan mengusir burung, kemudian dilihat, apakah burung tersebut terbang ke kanan atau kekiri atau yang semisal ini. Apabila burung tersebut terbang ke arah kanan, mereka akan menjalankan urusan mereka, jika burung tersebut ke arah kiri, mereka akan menunda urusan tersebut.” (Alqaul mufid: 1/559).

Dan perbuatan melihat tanggal weton sebelum melanjutkan sebuah urusan masuk dalam pembahasan tathayur ini, kalau wetonnya kurang bagus maka urusannya akan di stop, sehingga dicari dulu tanggal baik.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْك، الطِّيرة شركٌ، الطيرة شِرْكٌ -ثلاثًا- وما منا إلا، ولكن اللهُ يُذْهبه بالتوكل

“Tathayur adalah kesyirikan, Tathayur adalah kesyirikan, Tathayur adalah kesyirikan –diulang sebanyak tiga kali-, setiap kita pasti terlintas dalam hatinya pikiran tathayur ini, akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakal.” (HR. Abu Dawud no. 3915).

Dalam hadits diatas secara tegas rasulullah ﷺ mengatakan bahwa tathayur adalah syirik. Mengapa demikian? Karena tathayur bisa menghilangkan rasa tawakal kepada Allah. Syaikh Al-‘Utsaimin berkata:

“Ketahuilah bahwasanya tathayyur bisa menghilangkan tauhid seseorang dikarenakan dua hal:

Pertama: Karena orang yang bertathayyur telah memutus tawakalnya kepada Allah dan bergantung kepada sesuatu selain Allah.

Kedua: Dia sedang bergantung dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya, itu hanyalah khayalan, apa hubungan antara hal tersebut dengan kejadian yang akan datang?

Tidak diragukan lagi ini bisa mengosongkan nilai tauhid. Karena hakikat tauhid adalah ibadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah. Allah berfirman: “Hanya kepadaMu kita beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan”. Allah juga berfirman: “Sembahlah Allah dan bertawakalah hanya kepadaNya”. (Alqoulul Mufid: 1/559-560).

Sumber: bimbinganislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *