Dosen ITB Riau Pesisir Ikuti Pelatihan Asesor Kompetensi Konstruksi yang Diselenggarakan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh di Batam.

BATAM – 29-08-2025. Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia vokasional di bidang konstruksi, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi Bidang Konstruksi TA 2025 di Batam. Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga pendidik dari berbagai institusi pendidikan vokasional, termasuk dari Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir).

Dr. Susy Srihandayani, S.T., M.T., Dosen ITB Riau Pesisir, turut serta dalam pelatihan yang bertujuan menyiapkan tenaga pendidik agar dapat berperan ganda: tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai asesor kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1). Dengan demikian, lulusan lembaga pendidikan vokasional dapat memiliki sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebelum memasuki dunia kerja, meningkatkan daya saing dan kesiapan kerja mereka.

Acara yang diselenggarakan di Batam ini menghadirkan sejumlah pembicara dan pejabat kompeten, di antaranya:

  1. Bapak Azril Apriansyah, S.T., M.T. – Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam

  2. Bapak Darmawan, S.T. – Kepala Bidang Jasa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam

  3. Bapak Zainal Abidin – Ketua LSP-P1 Politeknik Negeri Bengkalis

  4. Bapak Tatang Raharjo – Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

  5. Bapak Zulfikar Djauhari – Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Keikutsertaan para tenaga pendidik seperti Dr. Susy dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem sertifikasi kompetensi di dalam negeri, khususnya pada sektor jasa konstruksi. Peran mereka sebagai asesor di LSP-P1 vokasional diharapkan dapat memperlancar proses sertifikasi dan menjamin kualitas lulusan yang siap kerja.

 

“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa tenaga pendidik kita tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menilai kompetensi siswa sesuai dengan standar nasional. Ini adalah kunci untuk menciptakan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri,” ujar seorang perwakilan penyelenggara.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan asesor yang handal dan profesional (Workplace Assessors) di seluruh Indonesia. (nhd).