ITB Riau Pesisir Gelar Seminar Nasional 2026, Bahas Transformasi Industri Berkelanjutan di Era Artificial Intelligence.
Dumai, 27-07-2026 – Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi melalui penyelenggaraan Seminar Nasional 2026 yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring). Mengusung tema "Transformasi Industri Menuju Pembangunan Berkelanjutan: Teknologi dan Kebijakan untuk Masa Depan di Era AI", seminar ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, serta praktisi untuk mendiskusikan peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan ITB Riau Pesisir, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM., yang hadir mewakili Rektor ITB Riau Pesisir. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence telah menjadi penggerak utama transformasi berbagai sektor industri, pendidikan, pemerintahan, hingga penelitian ilmiah.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Seminar nasional ini menjadi ruang kolaborasi ilmiah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di era digital," ujarnya.
Pembukaan seminar turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Surya Indrawan, S.T., M.T., Wakil Rektor II Bidang Keuangan (Dr. Cand.) Ir. Juni S., S.T., M.T., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ir. Wetri Febrina, S.T., M.T., Sekretaris LPPM Merina Pratiwi, S.Si., M.Si., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) (Dr. Cand.) Ir. Fitra, S.T., M.Sc., serta Ketua Program Studi Bisnis Digital Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., MTA, MCE, MCF. Hadir pula para dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Sipil, dan Bisnis Digital.
Seminar Nasional 2026 menghadirkan dua keynote speaker yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang transformasi industri, penelitian, serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Keynote Speaker I, Dr. Ir. Surya Indrawan, S.T., M.T., menyampaikan materi berjudul "Transformasi Industri Menuju Pembangunan Berkelanjutan: Teknologi dan Kebijakan untuk Masa Depan di Era AI." Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa penerapan Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, hingga otomatisasi industri merupakan fondasi utama dalam mewujudkan industri modern yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga memerlukan dukungan regulasi, kebijakan pemerintah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi erat antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
"Keberhasilan transformasi industri menuju pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan teknologi yang mampu menjawab tantangan masa depan," ungkapnya.
Selanjutnya, Keynote Speaker II, Prof. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT., Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Riau, menyampaikan materi bertajuk "Artificial Intelligence untuk Penelitian Akademik: Strategi Hibah Nasional dan Publikasi Bereputasi."
Dalam pemaparannya, Prof. Arbi menjelaskan bahwa Artificial Intelligence telah menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas penelitian akademik, mulai dari proses pengumpulan data, analisis, penyusunan artikel ilmiah, hingga pemetaan peluang pendanaan riset nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika akademik dalam pemanfaatan AI agar teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi integritas ilmiah.
Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi meningkatkan daya saing proposal penelitian, memperluas kolaborasi lintas institusi, serta meningkatkan peluang publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui platform daring. Berbagai isu strategis mengenai implementasi AI pada sektor manufaktur, pendidikan tinggi, pelayanan publik, smart city, hingga transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi topik yang banyak mendapat perhatian.
Ketua LPPM ITB Riau Pesisir, Dr. Ir. Wetri Febrina, S.T., M.T., menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, ITB Riau Pesisir kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin. Seminar ini diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan inovatif, memperkuat jejaring akademik nasional, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi industri Indonesia menuju pembangunan yang berkelanjutan di era Artificial Intelligence.(nhd).
admin