Kepala LLDIKTI XVII di Wisuda ITP2I: Pilih Kampus Terakreditasi, Ijazah Aman dan Masa Depan Cerah!.
PELALAWAN – Rabu, 16-07-2025. Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) sukses menyelenggarakan Wisuda Ke-5 sekaligus memperingati Dies Natalis Ke-9 pada Rabu, 16 Juli 2025. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes, Wakil Bupati Pelalawan terpilih H. Husni Thamrin, SH, MH, mantan Bupati Pelalawan HM. Harris, Ketua Yayasan Amanah Pelalawan Tengku Zulmizan Farinza Assagaf, jajaran civitas akademika, para keluarga, dan para wisudawan.
Dalam sambutannya, Dr. Nopriadi menekankan pentingnya memilih kampus dan program studi yang telah terakreditasi sebagai langkah awal menjamin masa depan pendidikan dan karier mahasiswa.
“Kami mengingatkan anak-anak, orang tua, dan keluarga: pilihlah kampus serta program studi yang sudah memiliki akreditasi. Kalau belum terakreditasi, sebaiknya jangan masuk, karena nanti ijazahnya bisa bermasalah dan tidak bisa diwisuda,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa LLDIKTI Wilayah XVII, yang mulai beroperasi penuh sejak 1 Mei 2024, merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh pendidikan di Riau dan Kepri bersama APTISI serta dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Dalam satu tahun kepemimpinannya, telah terjadi lonjakan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta wilayah ini, mencapai 151.499 orang di tahun 2025, naik dari 131.000 pada akhir 2024.
“Ini berbeda dengan jumlah mahasiswa PTS di wilayah lain yang justru menurun,” ungkapnya.
Dr. Nopriadi juga memberikan apresiasi kepada ITP2I yang berhasil mendapatkan pendanaan lima judul penelitian sebesar Rp162,9 juta dan satu program pengabdian masyarakat senilai Rp22,5 juta.
“Ini bukti kampus ini tidak hanya mendidik, tetapi juga menghasilkan solusi dan kontribusi nyata,” tuturnya sambil mendorong ITP2I menjadi pusat unggulan teknologi dan kewirausahaan berbasis perkebunan.
Rektor ITP2I, Prof. Tengku Dahril, mengungkapkan kebanggaan atas kemajuan kampus, termasuk keberhasilan mendapatkan beasiswa dari BPD Sawit dan pencapaian dosen yang tengah melanjutkan studi doktoral. Ia berpesan agar mahasiswa tetap bangga terhadap latar belakang keluarga mereka, terutama dari kalangan petani.
“Di Jepang, petani itu tinggi martabatnya karena sejahtera. InsyaAllah di Pelalawan juga sudah banyak petani yang sejahtera, sudah banyak yang pakai Pajero,” ujarnya yang disambut tawa meriah.
Ketua Yayasan Amanah Pelalawan, Tengku Zulmizan, memastikan legalitas ijazah para wisudawan.
“Gelar kalian sah dan legal, bukan abal-abal,” tegasnya penuh semangat.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Saktioto, S.Si., M.Phil. mengajak generasi muda untuk terus produktif, inovatif, dan kontributif dalam menghadapi tantangan bonus demografi.
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan terpilih H. Husni Thamrin, SH, MH mengajak 38 perusahaan di Pelalawan membuka ruang bagi lulusan ITP2I. Bahkan secara langsung ia menawarkan kesempatan kerja kepada wisudawan terbaik, Rismayani Afsari dari Prodi Teknik Industri.
Sebagai penutup, Dr. Nopriadi menyampaikan bahwa tugas LLDIKTI tidak hanya soal akreditasi, namun juga memfasilitasi pendirian dan penutupan program studi, serta menyalurkan beasiswa KIP Kuliah. Tahun ini tercatat 8.551 mahasiswa penerima KIPK dan diajukan penambahan kuota sebanyak 5.000–6.000 penerima baru.
“Kesuksesan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, mental, moral, dan spiritual,” pungkasnya.
Acara wisuda ini ditutup dengan doa dan harapan agar para lulusan ITP2I terus berkarya, membawa manfaat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa Indonesia. (nhd).
admin