Pemko Dumai Pertahankan Peringkat Tertinggi SPBE se-Riau Tahun 2025 dengan Indeks 4,02.
Dumai, 07-01-2026. – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Riau dengan sukses mempertahankan posisi peringkat tertinggi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2025. Capaian ini menegaskan konsistensi Kota Dumai sebagai daerah terdepan dalam implementasi transformasi digital pemerintahan.
Prestasi tersebut tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Republik Indonesia Nomor B/76/M.PD.06/2025 tertanggal 31 Desember 2025. Berdasarkan hasil evaluasi, Kota Dumai berhasil meraih Indeks SPBE sebesar 4,02 dengan Predikat “Sangat Baik”.
Capaian ini sekaligus menandai keberhasilan Pemko Dumai mempertahankan peringkat pertama se-Provinsi Riau selama tiga tahun berturut-turut, sebuah prestasi yang mencerminkan komitmen kuat dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Secara tren, peningkatan Indeks SPBE Kota Dumai menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Dimulai dari 2,63 pada tahun 2022, meningkat menjadi 3,43 pada tahun 2023, kemudian 3,90 pada tahun 2024, hingga akhirnya menembus 4,02 pada tahun 2025.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Dumai, Hasan Basri, S.Kom, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang melampaui target tersebut.
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik di awal tahun 2026. Kota Dumai kembali membuktikan komitmennya dalam transformasi digital pemerintahan. Capaian indeks 4,02 ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah, Tim SPBE Diskominfotiksan, serta dukungan penuh dari pimpinan daerah,” ujar Hasan Basri, Rabu (7/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Layanan Aplikasi e-Government Diskominfotiksan Kota Dumai, H. Fadly Rasbullah, S.HI, M.IP, menjelaskan bahwa peningkatan nilai SPBE dipengaruhi oleh pemenuhan 47 indikator teknis yang semakin kompleks, terintegrasi, dan berorientasi pada layanan lintas sektor.
“Kami memfokuskan penguatan Arsitektur SPBE yang terpadu agar tidak ada lagi aplikasi yang berjalan secara parsial atau ego sektoral. Integrasi layanan menjadi kunci utama peningkatan nilai sehingga Kota Dumai mampu mencapai predikat Sangat Baik pada tahun 2025,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS, menyambut positif hasil evaluasi tersebut. Menurutnya, capaian Indeks SPBE 4,02 tidak hanya mencerminkan keberhasilan administratif, tetapi juga peningkatan kualitas layanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
“Kita patut bangga atas capaian peringkat pertama tiga tahun berturut-turut ini. Namun yang terpenting adalah bagaimana teknologi benar-benar mempermudah urusan masyarakat. Layanan berbasis elektronik harus terus disempurnakan agar tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien dapat dirasakan langsung oleh warga,” tegas Wali Kota.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi suntikan motivasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Dumai.
“Khidmat ini harus kita pertahankan. Kita ingin pelayanan publik di Dumai Kota Idaman terus berkelanjutan melalui sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya,” pungkasnya. (nhd).
admin