TISNA NEWS.COM

Beyond Inspiring News

UAD Berdayakan Pemuda untuk inisiasi Taman Bacaan dengan mendorong Gerakan literasi

Yogyakarta – Rabu, 21-02-204. Tim dosen dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan penyuluhan dan pendampingan tentang Gerakan literasi Masyarakat pada tanggal 11 dan 13 Februari 2024 di Padukuhan Bangunrejo, Desa Purwoharjo, Samigaluh, DIY. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda-pemudi Bangunrejo sebanyak 8 orang, dan mahasiswa KKN UAD sebanyak 27 orang. Dosen prodi PGSD UAD, Dr. Ika Maryani, M.Pd. sebagai narasumber mengawali kegiatan dengan memaparkan urgensi peran pemuda sebagai agen perubahan di masyarakat. Pemuda diharapkan memiliki kesadaran untuk menggerakan masyarakat sekitar agar terbuka terhadap informasi dan adaptif pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan pemuda Bangunrejo untuk menumbuhkan literasi masyarakat melalui inisiasi taman bacaan Padukuhan Bangunrejo. Pada hari pertama dilakukan penyuluhan tentang bagaimana pentingnya literasi dan pengelolaan taman bacaan Masyarakat. Pada hari kedua, dilakukan pendampingan pengelolaan taman bacaan, pendampingan katalog buku, penyiapan sarana prasarana, serta pendampingan menjalin kerjasama dengan aparat desa untuk mendukung keberlanjutan taman bacaan.

Dukuh Bangunrejo, Bapak Edhi Sumaryanto, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan taman bacaan dan penyelenggaraan program literasi masyarakat. Beliau juga memberikan akses penggunaan serambi masjid dan pendopo padukuhan untuk digunakan sebagai taman bacaan. Pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan bahwa selama ini kedua tempat tersebut menjadi lokasi Masyarakat berkumpul untuk berbagai acara. Ketua pemuda-pemudi Bangunrejo, Dani noviantoro Menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi Masyarakat khususnya anak-anak. Taman bacaan meningkatkan minat anak untuk datang dan membaca buku kegemarannya. Anak-anak yang biasanya hanya bermain gadget, ketika di taman bacaan tidak bida menggunakan gadgetnya dan mengalihkannya ke buku cerita. Dani menambahkan, “anak-anak senang sekali, dan saya baru tahu kalua mereka senang dengan buku-buku ensiklopedia yang jarang mereka temukan di rumah atau sekolah. Ini tentu menambah pengetahuan mereka.” (nhd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *