TISNA NEWS.COM

Beyond Inspiring News

Workshop Kepedulian Terhadap Cyberbullying Di Lingkungan SMPN 32 Kota Tangerang

Tangerang – Workshop Kepedulian Terhadap Cyberbullying Di Lingkungan SMP Negeri 32 Kota Tangerang. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Bapak Drs. H. Jamalludin, M.Pd, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Hal ini memberikan sentuhan penting dan memperlihatkan komitmen dari pihak berwenang dalam menghadapi tantangan era digital di kalangan pelajar. Para pembicara seperti Mohamad Irsan, Febri Dawani, Faris Fathoni, dan Satria Akbar memberikan materi yang aplikatif dan relevan tentang bahaya cyberbullying, perlindungan data pribadi, serta etika dalam bermedia sosial.

Profil Masyarakat Sasar yaitu SMP Negeri 32 Kota Tangerang terletak di Perumahan Green Lake City RT 004/01 Gondrong Cipondoh Kota Tangerang, Provinsi Banten. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 967 orang dan 65 PTK (Guru beserta Tenaga Pendidik), sekolah ini dipilih sebagai fokus workshop karena keterhubungannya yang erat dengan lingkungan sekitarnya. Kepala Sekolah, Ibu Emmah Suhainah, berhasil membentuk kolaborasi yang solid antara dinas pendidikan, komunitas guru, dan orang tua siswa. Kehadiran beragam pihak dalam workshop ini, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang hingga perwakilan guru dari sekolah lain dan orang tua murid, menunjukkan antusiasme dan dukungan kuat terhadap kegiatan ini.


Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan postest terhadap 75 peserta workshop dengan 15 soal pilihan ganda. Sebelum workshop, hanya 4% peserta lulus pada pretest, sementara setelah workshop, angka kelulusan meningkat tajam menjadi 87% pada postest. Ini mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terkait bahaya cyberbullying, perlindungan data pribadi, dan etika bermedia sosial.
Peningkatan angka kelulusan peserta pada postest setelah workshop menegaskan dampak positif dari acara ini. Evaluasi memperlihatkan bahwa mayoritas peserta dapat memahami dengan jelas bahaya cyberbullying dan dampak negatif dari media sosial setelah mendengarkan materi dari para narasumber. Rata-rata nilai peserta pada pretest adalah 50, sementara pada postest meningkat menjadi 84. Ini menandakan bahwa mayoritas peserta awalnya belum memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya cyberbullying dan aspek negatif dari media sosial. Namun, setelah workshop, pemahaman mereka jauh lebih baik.


Workshop ini memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait bahaya cyberbullying, perlindungan data pribadi, dan etika bermedia sosial. Edukasi terintegrasi tentang risiko-risiko penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan bertanggung jawab di era digital ini. Keberhasilan workshop ini memberikan gambaran penting akan urgensi dalam memasukkan edukasi digital ke dalam kurikulum pendidikan, sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan era digital yang kompleks. (nhd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *