BRIDA Kota Dumai Gelar FGD Pemetaan Kebutuhan Informasi dan Kesiapan Digital untuk Dukung Program Bangga Kencana 2026.

Dumai, 23 Juli 2026 – Pemerintah Kota Dumai melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Awal Persiapan Penyusunan Dokumen Kajian Pemetaan Kebutuhan Informasi dan Kesiapan Digital Masyarakat dalam Mendukung Keterjangkauan Program Bangga Kencana di Wilayah Pesisir dan Perkotaan Tahun 2026, Kamis (23/7/2026), di Ruang Rapat Lantai II Dinas Perhubungan Kota Dumai, Jalan H.R. Soebrantas, Kota Dumai.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Dumai, Hermanto Usman, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan transformasi digital harus menjadi bagian integral dari pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Menurutnya, penyusunan kebijakan yang berbasis riset dan data merupakan fondasi penting dalam menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran.

Selanjutnya, Kepala BRIDA Kota Dumai, Hj. Erda Sriyani, S.AP., M.IP., memaparkan tujuan pelaksanaan FGD sebagai langkah awal penyusunan dokumen kajian yang akan memetakan kebutuhan informasi masyarakat, tingkat literasi digital, kesiapan infrastruktur teknologi informasi, serta kondisi akses layanan digital di wilayah pesisir dan perkotaan Kota Dumai. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Dumai, drg. Ridhonaldi, M.K.M., yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan layanan Program Bangga Kencana. Ia menyampaikan bahwa pemetaan kesiapan digital masyarakat akan menjadi instrumen strategis untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap berbagai layanan pemerintah.

Salah satu sesi utama dalam FGD menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir), yaitu Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua Tim Ahli Penyusunan Kajian, yang didampingi oleh Ir. Desyanti, S.Kom., M.Kom. sebagai Anggota Tim Ahli ITB Riau Pesisir.

Dalam paparannya, Ir. Nurhadi menjelaskan bahwa penyusunan kajian menggunakan pendekatan ilmiah yang mengintegrasikan analisis kebutuhan informasi masyarakat, pengukuran tingkat kesiapan digital (digital readiness), pemetaan literasi digital, evaluasi infrastruktur teknologi informasi, serta identifikasi tantangan implementasi layanan digital di wilayah pesisir dan perkotaan. Menurutnya, hasil kajian akan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan Pemerintah Kota Dumai dalam memperkuat transformasi digital sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Bangga Kencana.

"Melalui kajian ini, kami berupaya menghasilkan rekomendasi berbasis data yang mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah. Pendekatan berbasis evidence ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Dumai," ujar Ir. Nurhadi dalam paparannya.

Sementara itu, Ir. Desyanti menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan kajian merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan daerah melalui riset terapan. Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

FGD berlangsung secara interaktif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memberikan masukan mengenai kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Diskusi difokuskan pada identifikasi kebutuhan informasi masyarakat, kesiapan pemanfaatan teknologi digital, hambatan akses layanan digital, serta strategi peningkatan literasi digital sebagai pendukung keberhasilan Program Bangga Kencana.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan:

  • Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai,
  • Badan Perencanaan Daerah Kota Dumai,
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Dumai,
  • Dinas KOMINFOTIKSAN Kota Dumai, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Dumai,
  • Dinas Pendidikan Kota Dumai, Badan Pusat Statistik Kota Dumai,
  • Para Camat se-Kota Dumai,
  • Para Lurah Se-Kota Dumai,
  • Kader Posyandu Se-Kota Dumai,
  • serta Tim Ahli dari ITB Riau Pesisir.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Dumai berharap dokumen kajian yang dihasilkan mampu menjadi acuan strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis riset dan data. Selain mendukung implementasi Program Bangga Kencana, hasil kajian juga diharapkan dapat memperkuat transformasi digital daerah, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir maupun perkotaan. (nhd).