ITB Riau Pesisir Perkuat Transformasi Digital Pendidikan, Teken MoA dengan SMP Negeri 11 Dumai dan Sosialisasikan Aplikasi Presensi RFID “SAPA SIJUARA”.

Dumai, 22-07-2026.  – Komitmen dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan terus ditunjukkan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir). Melalui kolaborasi strategis dengan SMP Negeri 11 Dumai, ITB Riau Pesisir melaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Bisnis Digital dengan SMP Negeri 11 Dumai, yang dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Aplikasi Presensi Berbasis RFID “SAPA SIJUARA” (Sistem Absensi Peserta Didik Sekolah Integratif, Jujur, Aman, dan Ramah) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas undangan resmi dari SMP Negeri 11 Dumai kepada dua dosen sekaligus ketua program studi di lingkungan ITB Riau Pesisir, yaitu Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital didampingi Sekretaris Prodi John Suarlin, S.E., M.M. dan Ir. Mustazzihim Suhaidi, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika sebagai narasumber yang di dampingi oleh Dosen Prodi Teknik Informatika yang saat ini bertindak sebagai Anggota LPPM Ir. Desyanti, S.Kom., M.Kom.

Tidak hanya diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan, kegiatan sosialisasi ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua/wali murid kelas VIII dan kelas IX SMP Negeri 11 Dumai. Kehadiran para orang tua menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman mengenai mekanisme penggunaan sistem presensi digital berbasis RFID, sehingga tercipta sinergi antara sekolah dan keluarga dalam memantau kehadiran peserta didik secara lebih efektif.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 11 Dumai, Rosmala Dewi, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa penerapan teknologi informasi di lingkungan sekolah merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pendidikan sekaligus memperkuat budaya disiplin siswa.

"Kami berharap implementasi aplikasi SAPA SIJUARA mampu memberikan kemudahan bagi guru, peserta didik, maupun orang tua dalam memperoleh informasi kehadiran secara cepat, akurat, dan transparan. Kerja sama dengan ITB Riau Pesisir menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah," ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, para narasumber menjelaskan konsep, manfaat, hingga mekanisme implementasi aplikasi SAPA SIJUARA yang memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai media identifikasi kehadiran siswa secara otomatis.

Aplikasi SAPA SIJUARA (Sistem Absensi Peserta Didik Sekolah Integratif, Jujur, Aman, dan Ramah) dirancang sebagai solusi digital untuk meningkatkan efisiensi administrasi sekolah melalui sistem presensi yang cepat, akurat, aman, dan terintegrasi. Melalui kartu RFID yang dimiliki setiap siswa, proses absensi dapat dilakukan secara otomatis, mengurangi potensi kesalahan pencatatan, serta menghasilkan data kehadiran secara real time yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak sekolah.

Selain itu, aplikasi ini juga membuka peluang pengembangan fitur lanjutan, seperti integrasi dengan sistem informasi akademik, rekapitulasi kehadiran otomatis, analisis tingkat kedisiplinan siswa, hingga penyampaian notifikasi kepada orang tua mengenai status kehadiran anak di sekolah.

Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa digitalisasi layanan pendidikan harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua.

"SAPA SIJUARA bukan sekadar aplikasi presensi, tetapi merupakan bagian dari ekosistem digital sekolah yang mendukung tata kelola pendidikan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Dengan keterlibatan orang tua melalui sistem informasi yang terintegrasi, pengawasan terhadap kehadiran dan kedisiplinan peserta didik dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga tercipta budaya pendidikan yang lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Ir. Mustazzihim Suhaidi, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa teknologi RFID menjadi fondasi penting dalam pembangunan konsep Smart School.

"Implementasi RFID pada aplikasi SAPA SIJUARA memberikan kemudahan dalam proses identifikasi peserta didik secara otomatis, meningkatkan akurasi data, sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai layanan digital lainnya yang saling terintegrasi di lingkungan sekolah," jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Bisnis Digital ITB Riau Pesisir dengan SMP Negeri 11 Dumai. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi informasi, implementasi inovasi digital di lingkungan sekolah, program magang mahasiswa, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan teknologi.

Kerja sama ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan pengabdian kepada masyarakat melalui hilirisasi hasil penelitian dan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di dunia pendidikan.

Melalui kolaborasi tersebut, ITB Riau Pesisir dan SMP Negeri 11 Dumai optimistis dapat membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Kehadiran aplikasi SAPA SIJUARA diharapkan menjadi model implementasi sistem presensi digital yang tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi sekolah, tetapi juga memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter disiplin peserta didik serta mewujudkan layanan pendidikan yang modern, aman, dan berorientasi pada kualitas. (nhd).