Dua Dosen ITB Riau Pesisir Raih Gelar ASEAN Engineer, Perkuat Daya Saing Insinyur Indonesia di Kancah Regional.
Dumai, 01-07-2026. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi Indonesia. Dua dosen Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) resmi meraih gelar bergengsi ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) yang diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kompetensi akademisi Indonesia semakin diakui di tingkat regional ASEAN.
Adapun dua akademisi yang berhasil memperoleh pengakuan profesional internasional tersebut adalah Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Nuryasin Abdillah, M.Si., IPU., ACPE., APEC Eng., ASEAN Eng., sebagai Ketua Program Studi Teknik Sipil, serta Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., MTA., MCE., MCF., sebagai Ketua Program Studi Bisnis Digital ITB Riau Pesisir.
Gelar ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) merupakan salah satu bentuk pengakuan profesional tertinggi bagi insinyur di kawasan Asia Tenggara. Sertifikasi tersebut diberikan kepada insinyur yang memenuhi standar kompetensi, pengalaman profesional, integritas, serta komitmen terhadap pengembangan profesi teknik sesuai standar internasional yang ditetapkan oleh AFEO.
Tonggak Penting bagi ITB Riau Pesisir
Keberhasilan dua dosen tersebut menjadi sejarah penting bagi ITB Riau Pesisir dalam memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang rekayasa, teknologi, dan inovasi.
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa dosen Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memperoleh pengakuan dari organisasi profesi teknik tingkat ASEAN.
Selain menjadi kebanggaan institusi, raihan tersebut diharapkan mampu memperluas peluang kolaborasi internasional, pengembangan riset lintas negara, pertukaran tenaga ahli, hingga peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri global.
Wujud Implementasi Kampus Berdampak
Prestasi ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang menekankan pentingnya perguruan tinggi menghasilkan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan memiliki daya saing internasional.
Melalui pengakuan sebagai ASEAN Engineer, kedua dosen diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring profesional di kawasan ASEAN.
Kompetensi yang dimiliki tidak hanya akan memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu berkompetisi di era global.
Dorong Kolaborasi Regional
Dengan status ASEAN Engineer, kedua akademisi memiliki peluang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai forum profesi, kerja sama teknik lintas negara, konsultasi keinsinyuran, hingga proyek-proyek strategis yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN.
Pengakuan tersebut juga membuka kesempatan bagi ITB Riau Pesisir untuk memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi, industri, asosiasi profesi, dan lembaga pemerintah dalam berbagai bidang pengembangan teknologi dan rekayasa.
Apresiasi Civitas Akademika
Seluruh civitas akademika ITB Riau Pesisir menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian luar biasa tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengusung semangat "Kolaborasi, Inovasi, Kompetensi, dan Berdaya Saing Global," ITB Riau Pesisir berkomitmen untuk terus melahirkan akademisi dan profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia sekaligus memperkuat posisi bangsa di tingkat regional maupun internasional.
Prestasi kedua dosen ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di daerah juga mampu menghasilkan sumber daya manusia berkelas dunia yang siap berkompetisi, berkolaborasi, dan mengharumkan nama Indonesia di panggung ASEAN. (mus).
admin