Mahasiswi Universitas Dumai Kembangkan Sistem Informasi Manajemen SMP Negeri 14 Dumai Berbasis Web.
Dumai, 11-07-2025 - Tiga mahasiswi dari Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dumai, yakni Sunianti, Fatimah Sahara, dan Nur Afiqah, sukses mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Sekolah Berbasis Web untuk SMP Negeri 14 Dumai melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari tugas akhir mereka.
SMP Negeri 14 Dumai merupakan salah satu sekolah menengah pertama di Kota Dumai yang sebelumnya masih menggunakan pencatatan manual dalam proses administrasi sekolah, seperti buku piket, tata tertib siswa, dan penjadwalan mata pelajaran. Hal ini menyebabkan berbagai kendala, seperti keterlambatan informasi, kesalahan pencatatan, dan sulitnya pelaporan data secara efisien.
Melalui program PKM ini, tim pengusul berhasil membangun sistem informasi manajemen berbasis web yang terdiri dari tiga komponen utama:
- Sunianti bertanggung jawab mengembangkan sub-sistem Buku Piket Digital, yang memungkinkan pencatatan ketidakhadiran guru dan siswa serta kejadian harian sekolah secara digital dan terarsip otomatis.
- Fatimah Sahara menangani sub-sistem Tata Tertib Siswa, yang menggantikan pencatatan pelanggaran dan sanksi dari buku manual ke sistem digital yang mudah dipantau oleh pihak sekolah.
- Nur Afiqah mengembangkan sub-sistem Penjadwalan Mata Pelajaran, yang menyederhanakan proses penjadwalan dari Excel ke sistem otomatis yang lebih dinamis dan minim kesalahan.
“Kami telah melakukan sosialisasi dan pelatihan ke sekolah, dengan adanya sistem ini, pencatatan buku piket, pelanggaran siswa dan penjadwalan mata pelajaran tidak lagi perlu dilakukan secara manual. Semua data tersimpan rapi dan dapat diakses kapan saja oleh pihak sekolah,” jelas Sunianti.
Fatimah menambahkan bahwa sistem ini memudahkan guru BK atau wali kelas dalam menindaklanjuti pelanggaran siswa. “Semua pelanggaran terdata otomatis dan bisa langsung direkap tanpa harus membuka lembar demi lembar buku,” katanya.
Sementara itu, Nur Afiqah menjelaskan bahwa sistem penjadwalan yang dikembangkan mampu mencegah tabrakan jadwal antar guru atau kelas, sekaligus memudahkan penyesuaian jika terjadi perubahan jadwal mendadak. “Sekolah tidak perlu lagi menyusun jadwal dengan spreadsheet yang rentan salah atau sulit dibaca,” ujarnya.
Program ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan dan melibatkan pelatihan kepada guru dan tenaga kependidikan SMPN 14 Dumai agar dapat mengoperasikan sistem dengan optimal. Kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari pembimbing akademik dan pihak sekolah sebagai mitra menyambut baik program ini.
Ketiga mahasiswa berharap, sistem ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah, serta menjadi contoh nyata bahwa teknologi informasi dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan.
Dengan keberhasilan ini, Universitas Dumai kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung kemajuan daerah melalui inovasi dan kontribusi nyata mahasiswanya. Transformasi digital di sekolah kini bukan hanya wacana, tetapi telah diwujudkan oleh generasi muda yang visioner dan berdedikasi. (nhd).
admin