Pelantikan BEM ITB Riau Pesisir Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Mahasiswa yang Kolaboratif dan Berdampak.
Dumai, Sabtu, 23 Mei 2026, - bertempat di Aula Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ITB RIAU PESISIR) berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi tonggak awal lahirnya semangat baru gerakan mahasiswa di lingkungan kampus, sekaligus menandai penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan pimpinan kampus yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM, menegaskan pentingnya peran strategis organisasi kemahasiswaan dalam membangun iklim akademik yang sehat, produktif, serta berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa.
Beliau menekankan bahwa BEM sebagai representasi mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi institusi. Selain itu, organisasi kemahasiswaan juga dituntut untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Dalam sambutannya, ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga etika organisasi, integritas, dan semangat kolaborasi dalam setiap gerakan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa ITB Riau Pesisir, Rafii Putra bersama Wakil Presiden Mahasiswa, Idil Adhadi, serta seluruh jajaran pengurus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Mereka juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus, dosen, organisasi kemahasiswaan, serta seluruh elemen yang turut memperkuat semangat kolaboratif dalam kepengurusan baru.
Dalam pernyataannya, Rafii Putra menegaskan bahwa BEM ITB RIAU PESISIR tidak boleh berhenti pada fungsi administratif organisasi, melainkan harus menjadi ruang gerakan yang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat luas. Di tengah ketidakpastian global saat ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai kekuatan intelektual yang kritis sekaligus solutif.
“BEM ITB Riau Pesisir harus menjadi gerakan yang hidup, bukan sekadar formalitas. Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang memberikan dampak nyata melalui gagasan, pengabdian, dan aksi konkret,” tegasnya.
Lebih lanjut, jajaran BEM ITB RIAU PESISIR juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk menjaga marwah gerakan sosial dan kemahasiswaan dengan berlandaskan moral akademik, intelektualitas, serta kepentingan masyarakat luas. Mereka menekankan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh disalahgunakan oleh kepentingan tertentu yang mengatasnamakan mahasiswa demi tujuan pribadi maupun kelompok.
Menurut mereka, praktik semacam itu dapat mencederai kepercayaan publik terhadap peran mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa. Oleh karena itu, BEM ITB RIAU PESISIR menegaskan sikap penolakan terhadap segala bentuk penyimpangan nilai gerakan mahasiswa, sekaligus mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap menjaga independensi, kritisisme, dan keberpihakan pada rakyat.
Dengan pelantikan ini, BEM Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kemahasiswaan yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal maupun nasional. (nhd).
admin