SMPN 11 Dumai Luncurkan Aplikasi SAPA SIJUARA Berbasis RFID, ITB Riau Pesisir Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Digital Pendidikan.
Dumai, 30-07-2026 – SMP Negeri 11 Dumai resmi meluncurkan aplikasi presensi siswa berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang diberi nama “SAPA SIJUARA” (Sistem Absensi Peserta Didik Sekolah Integratif Jujur, Aman, dan Ramah) pada Kamis (30/7/2026). Peluncuran aplikasi ini menjadi momentum penting penguatan transformasi digital pendidikan di Kota Dumai sekaligus mempertegas kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi teknologi pendidikan.
Kegiatan peluncuran berlangsung di lingkungan SMPN 11 Dumai dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Drs. H. Muhammad Yunus, M.Si. Dalam kesempatan tersebut beliau didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, H. Mukhlis Suzantri, S.Hut., M.T.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Bukit Kapur, Lurah Bukit Kapur H. Bukhari, Ketua LPMK Bukit Kapur Sariyono (Yoyon), Komite Sekolah, perwakilan orang tua siswa/wali murid, para guru dan tenaga kependidikan, serta siswa-siswi SMP Negeri 11 Dumai.
Dari unsur perguruan tinggi hadir tim dosen Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) yang bertindak sebagai tim pengembang aplikasi SAPA SIJUARA. Tim dipimpin oleh Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital ITB Riau Pesisir sekaligus Ketua Tim Pengembang Aplikasi SAPA SIJUARA.
Kepala Sekolah: Inovasi untuk Pendidikan yang Disiplin dan Transparan
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 11 Dumai, Rosmala Dewi, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa aplikasi SAPA SIJUARA merupakan inovasi yang dihadirkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam pengelolaan kehadiran peserta didik.
Menurutnya, sistem presensi digital berbasis RFID akan membantu sekolah menciptakan budaya disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab siswa sejak dini.
“SAPA SIJUARA kami hadirkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang jujur, aman, dan ramah. Kehadiran siswa dapat tercatat secara otomatis sehingga proses pemantauan menjadi lebih efektif, akurat, dan transparan,” ujar Rosmala.
Ia juga mengapresiasi dukungan ITB Riau Pesisir yang telah memberikan pendampingan teknis dan pengembangan sistem sehingga aplikasi dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan sekolah.
ITB Riau Pesisir: Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi
Sementara itu, Ir. Nurhadi, Ph.D. menjelaskan bahwa pengembangan SAPA SIJUARA merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat dan hilirisasi hasil pengembangan teknologi.
Ia menyampaikan bahwa aplikasi dirancang menggunakan teknologi RFID sehingga proses presensi dapat dilakukan secara cepat, otomatis, dan terintegrasi dengan basis data sekolah.
“Pengembangan SAPA SIJUARA merupakan bentuk kolaborasi akademik antara ITB Riau Pesisir dan SMPN 11 Dumai. Kami berharap sistem ini menjadi fondasi awal pengembangan ekosistem digital sekolah yang mendukung tata kelola pendidikan modern,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam pengembangan aplikasi tidak hanya sebatas pendampingan teknis, tetapi juga sebagai upaya transfer pengetahuan dan peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Dumai Dukung Digitalisasi Pendidikan
Mewakili Wali Kota Dumai, Drs. H. Muhammad Yunus, M.Si. menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan SMPN 11 Dumai bersama ITB Riau Pesisir. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi di sektor pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan tata kelola sekolah.
“Pemerintah Kota Dumai mendukung penuh inovasi digital di dunia pendidikan. SAPA SIJUARA menjadi contoh kolaborasi yang baik antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, efektif, dan akuntabel,” ungkapnya sebelum secara resmi membuka kegiatan peluncuran aplikasi.
Ia berharap inovasi serupa dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain sehingga transformasi digital pendidikan dapat berjalan lebih merata di Kota Dumai.
Dinas Pendidikan Akan Usulkan Menjadi Inovasi Nasional
Dalam sambutan penutup, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, H. Mukhlis Suzantri, S.Hut., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya inovasi SAPA SIJUARA. Ia menilai aplikasi tersebut memiliki nilai strategis dan potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
“SAPA SIJUARA merupakan inovasi digital pendidikan yang sangat baik dan menjadi yang pertama diterapkan di lingkungan SD Negeri dan SMP Negeri se-Kota Dumai. Kami berencana mengusulkan inovasi ini sebagai inovasi tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, sistem presensi berbasis RFID tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem digital pendidikan yang terintegrasi dengan berbagai layanan sekolah lainnya.
“Ke depan aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan sistem informasi sekolah, pelaporan kehadiran kepada orang tua, penilaian kedisiplinan siswa, hingga layanan administrasi pendidikan lainnya. Integrasi tersebut akan mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan transparan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan SAPA SIJUARA menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat pendidikan.
Demonstrasi Sistem dan Penguatan Literasi Digital
Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan aplikasi SAPA SIJUARA. Para siswa melakukan simulasi presensi menggunakan kartu RFID dan sistem secara otomatis menampilkan data kehadiran pada layar monitor.
Demonstrasi tersebut mendapat perhatian antusias dari para guru, orang tua, dan tamu undangan karena menunjukkan kemudahan penggunaan sistem serta potensi pengembangan layanan digital sekolah secara lebih luas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh tamu undangan, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan tim pengembang aplikasi sebagai simbol dimulainya implementasi sistem presensi digital di SMPN 11 Dumai.
Perkuat Sinergi Sekolah dan Perguruan Tinggi
Peluncuran SAPA SIJUARA menjadi salah satu contoh praktik baik kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pendidikan. Kehadiran ITB Riau Pesisir sebagai mitra pengembang menunjukkan komitmen institusi pendidikan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi teknologi, pendampingan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan implementasi SAPA SIJUARA, SMPN 11 Dumai diharapkan menjadi sekolah pelopor penerapan presensi digital berbasis RFID di Kota Dumai sekaligus menjadi model pengembangan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat pendidikan di era digital. (mus).
admin