Mahasiswa Teknik Sipil ITB Riau Pesisir Gelar P2M di Pantai Bahtera, Dorong Kesadaran Jaga Lingkungan Pesisir.

Dumai, 04-10-2026 - Civitas akademika Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di kawasan Pantai Bahtera, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir.

Agenda P2M dipimpin langsung oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) ITB Riau Pesisir, Tedy Almahdi, bersama seluruh anggota mahasiswa Teknik Sipil ITB Riau Pesisir. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pembuatan dan pemasangan papan edukasi lingkungan di sejumlah titik strategis di kawasan Pantai Bahtera.

Papan-papan edukasi tersebut memuat sejumlah pesan persuasif dan moral mengenai pentingnya menjaga lingkungan pantai. Di antaranya, “Kenali dan Jagalah Pantai”, “Jagalah Kebersihan”, “Alam Bukan Warisan Kita Jaga Bersama”, serta “Laut Untuk Semua”.

Pesan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tulisan di kawasan wisata, tetapi mampu menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengunjung untuk turut mengambil peran dalam menjaga kebersihan pantai, mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan, serta melindungi ekosistem pesisir.

Pendidikan Lingkungan Dimulai dari Aksi Nyata

Kegiatan P2M mahasiswa Teknik Sipil ITB Riau Pesisir menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan berskala besar. Edukasi sederhana yang ditempatkan pada ruang publik dapat menjadi instrumen komunikasi yang efektif untuk membangun kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Program Studi Teknik Sipil ITB Riau Pesisir, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Nuryasin Abdillah, M.Si., IPU., ACPE., APEC Eng., ASEAN Eng., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya membentuk kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga karakter serta kepedulian sosial.

“Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi pendidikan di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori dan teknologi konstruksi, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Papan edukasi yang dipasang di Pantai Bahtera merupakan pesan sederhana, tetapi memiliki makna besar apabila mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat,” ujar Nuryasin.

Ia menambahkan, kawasan pesisir memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang perlu dijaga secara bersama-sama. Karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemasangan papan edukasi. Semangatnya harus terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan, kelestarian pesisir, dan lingkungan laut. Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi,” tambahnya.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Ketua HMTS ITB Riau Pesisir, Tedy Almahdi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Teknik Sipil terhadap kondisi lingkungan sekaligus sarana untuk membangun semangat kebersamaan antaranggota organisasi mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan edukasi lingkungan yang mudah dilihat, dipahami, dan diingat oleh masyarakat maupun pengunjung Pantai Bahtera.

Pemasangan papan edukasi juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga kawasan pantai merupakan tanggung jawab bersama. Kebersihan pantai bukan hanya menjadi kewajiban pengelola, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat, pengunjung, komunitas, pemerintah, dan generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa diberikan ruang untuk belajar berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan kepedulian sosial.

Membangun Budaya Peduli Pesisir

Pantai Bahtera menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan dan lingkungan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Sebagai calon tenaga profesional di bidang teknik sipil, mahasiswa dituntut memiliki perspektif pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Melalui pesan “Alam Bukan Warisan Kita Jaga Bersama”, mahasiswa ingin menegaskan bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab lintas generasi. Sementara pesan “Laut Untuk Semua” mengandung ajakan agar laut dan kawasan pesisir dipandang sebagai ruang bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Kegiatan P2M di Pantai Bahtera diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan kepedulian lingkungan yang lebih luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Dengan semangat “Kenali dan Jagalah Pantai”, civitas akademika Teknik Sipil ITB Riau Pesisir menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan positif melalui aksi nyata, edukasi, dan kolaborasi dengan masyarakat.

ITB Riau Pesisir — dari kampus untuk masyarakat, dari generasi muda untuk keberlanjutan lingkungan. (nhd).