Resmi Diserahkan, Dokumen RTKD 2025-2029 Jadi Senjata Utama Dumai Tingkatkan Daya Saing SDM.

DUMAI – Dalam upaya mencetak tenaga kerja lokal yang kompetitif dan siap tempur di dunia industri, Pemerintah Kota Dumai kini memiliki "senjata" baru. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Ekspose dan Penyerahan Dokumen Kajian Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) Kota Dumai Tahun 2025-2029 pada 20 April 2026.

Dokumen strategis ini merupakan hasil kajian mendalam yang dilahirkan dari kolaborasi apik antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai dengan kalangan akademisi dari STIA Lancang Kuning Dumai.

Kepala BRIDA Kota Dumai, Erda Sriyani, S.AP., M.IP, secara resmi menyerahkan dokumen kajian tersebut kepada Pemerintah Kota Dumai. Acara ini turut mendapat dukungan penuh dari pucuk pimpinan daerah, di mana Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM., MARS, Wakil Wali Kota Dumai, Sugiarto, serta Sekretaris Daerah, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si, tampak dalam jajaran figur utama yang mengawal kebijakan strategis ini.

Bukan Sekadar Tumpukan Kertas, Tapi Peta Jalan
Kehadiran dokumen RTKD ini diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi laporan administratif, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) yang krusial. Ke depannya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan menggunakan kajian ini sebagai landasan utama dalam merumuskan program pelatihan, penempatan, dan perlindungan tenaga kerja.

"Dokumen RTKD ini adalah instrumen dan senjata utama kita. Dengan adanya kajian yang berbasis data dan riset akademik dari STIA Lancang Kuning dalam hal ini Tim peneliti terdri dari: Dr. Dede Mirza, SH., MH; Hildawati, S,Sos., M.Si., (Cand) Ph.D dan Dila Erlianti, S.Sos., M.Si.  Disnaker kini memiliki arah yang jelas untuk menjembatani kualifikasi SDM lokal dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar di Dumai," ungkap Handayani, Staf Ahli Pemerintah Kota Dumai sebagai perwakilan pemerintah Kota Dumai dalam acara tersebut.

Fokus Utama Kajian RTKD 2025-2029:
Untuk mewujudkan daya saing SDM yang unggul, rumusan RTKD ini menitikberatkan pada beberapa langkah strategis, antara lain:

1. Pemetaan Kebutuhan Industri: Menyelaraskan kurikulum pendidikan dan program Balai Latihan Kerja (BLK) dengan tren industri di Dumai, khususnya di sektor manufaktur, pelabuhan, dan pengolahan Crude Palm Oil (CPO).
2. Peningkatan Kompetensi Teknologi: Mempersiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap digitalisasi dan otomatisasi industri lima tahun ke depan.
3. Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Merumuskan strategi afirmasi yang terukur untuk menekan angka pengangguran terbuka dan memastikan putra-putri daerah menjadi aktor utama di wilayahnya sendiri.

Dengan diserahkannya RTKD 2025-2029 ini, Pemerintah Kota Dumai menaruh harapan besar agar sinergi antara BRIDA, Disnaker, dunia pendidikan tinggi, dan pelaku industri dapat terus terjalin. Langkah ini menjadi bukti konkret keseriusan daerah dalam menyongsong era industri baru dengan SDM yang berdaya saing tinggi dan sejahtera. (sfy).