Hasil Kajian ITB Riau Pesisir: Kesiapan Digital Masyarakat Dumai Tinggi, Strategi Bangga Kencana Siap Bertransformasi.

Dumai, 03-09-2026 Pemerintah Kota Dumai bersama Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Kajian Pemetaan Kebutuhan Informasi dan Kesiapan Digital Masyarakat dalam Mendukung Keterjangkauan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Wilayah Pesisir dan Perkotaan Kota Dumai Tahun 2026.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Asisten II Setdako Dumai, Hj. Yusmanidar, M.Si, Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai H. Syahrinaldi, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, Kepala Dinas Sosial Kota Dumai, serta jajaran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah se-Kota Dumai atau yang mewakili.

Dalam pemaparan laporan akhir tersebut, Tim Ahli dari ITB Riau Pesisir yang dipimpin oleh Ir. Nurhadi, S.Kom., M.Pd., M.Kom., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., MTA, MCE, MCF. bersama Ir. Desyanti, S.Kom., M.Kom., menyajikan temuan utama yang menunjukkan indikator sangat positif terkait kebutuhan informasi dan kesiapan digital masyarakat Kota Dumai.

Tiga Indikator Utama Menunjukkan Tren Positif

Berdasarkan riset kuantitatif deskriptif dan analitik terhadap jumlah responden masyarakat Dumai secara random:

  • Kebutuhan Informasi: Mencapai skor 4,54 dari skala 5,00 (Kategori Sangat Tinggi). Topik prioritas utama yang paling dibutuhkan meliputi Kesehatan Ibu dan Anak (4,75), Ketahanan Keluarga (4,61), serta Kesehatan Reproduksi (4,59).
  • Kesiapan Digital: Mencapai skor 4,16 dari skala 5,00 (Kategori Tinggi). Indikator kepemilikan smartphone, akses internet, dan penerimaan informasi online pemerintah tergolong sangat mendukung.
  • Efektivitas Media: Mencapai skor 4,24 dari skala 5,00 (Kategori Sangat Tinggi). Kanal WhatsApp (4,29) dan Instagram (4,26) menjadi platform digital terfavorit, disusul TikTok (4,24) dan Facebook (4,21).

Meskipun efektivitas media digital sangat tinggi, hasil kajian mencatat bahwa Penyuluhan Tatap Muka tetap memperoleh skor tertinggi (4,31). Hal ini mempertegas prinsip bahwa komunikasi publik Pemko Dumai harus menerapkan pola "Digital First, Human Supported"—media digital sebagai kanal utama penyebaran informasi, sementara pendampingan langsung tetap dihadirkan untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Tidak Ada Jurang Pemisah Signifikan Antara Perkotaan dan Pesisir

Hasil uji statistik Welch's t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara masyarakat wilayah perkotaan dan pesisir dalam hal kebutuhan informasi maupun kesiapan digital pada taraf kepercayaan 5%.

Namun, dari pendekatan pengelompokan (K-Means Clustering), tim peneliti membagi karakteristik masyarakat Kota Dumai ke dalam  segmen utama:

  • Digital Champion : Kelompok yang sangat siap secara digital dan aktif. Segmen ini diproyeksikan sebagai duta/penggerak komunikasi digital.
  • Kelompok Transisi : Kelompok masyarakat yang adaptif terhadap platform digital.
  • Prioritas Pendampingan & Rentan Digital : Kelompok yang masih memerlukan bantuan sarana, literasi digital, serta materi penyuluhan tatap muka.

Rekomendasi Kebijakan dan Langkah Strategis

Dalam rekomendasinya, tim peneliti menekankan pentingnya mengubah pola komunikasi publik dari satu arah (one-size-fits-all) menjadi komunikasi berbasis data dan segmentasi (Segmented Digital Public Communication).

Beberapa agenda prioritas yang direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Dumai meliputi:

  • Pembentukan Pusat Informasi Digital Bangga Kencana terintegrasi.
  • Optimalisasi WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama (layanan informasi, reminder, hingga konsultasi).
  • Penguatan literasi digital dan layanan penyuluhan mobile khusus untuk kelompok rentan.
  • Pemanfaatan dashboard monitoring berbasis indikator wilayah.

Melalui sinergi antara akademisi dan jajaran Pemko Dumai ini, diharapkan implementasi Program Bangga Kencana di tahun 2026 semakin inklusif, tepat sasaran, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke kawasan pesisir Kota Dumai. (mus).