ITB Riau Pesisir Perkuat Kolaborasi Global, Gelar Kuliah Umum Internasional dan Jalin Kemitraan Strategis dengan UiTM Malaysia.

Dumai, 23-04-2026. — Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB RIAU PESISIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan kuliah umum bertaraf global bertajuk “From Classroom to the Globe: Driving Community Empowerment through Industry-Academia Partnership (i-ACE)”. Kegiatan ini dilanjutkan dengan agenda International Academic Strategic Collaboration antara ITB Riau Pesisir dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber internasional dari UiTM Cawangan Pulau Pinang, yaitu Associate Professor Dr. Kay Dora Abd. Ghani selaku Deputy Rector (Research and Industry Network) sekaligus Associate Professor dalam bidang Civil Engineering Studies. Ia didampingi oleh Associate Professor Dr. Rofiza Aboo Bakar, Associate Professor pada Academy of Language Studies, serta Associate Professor Ts. Dr. Mohd Ikmal Fazlan Rozli, Coordinator Research Management Unit sekaligus Associate Professor dalam bidang Civil Engineering Studies.

Dari pihak ITB Riau Pesisir, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Surya Indrawan, S.T., M.T., serta Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM., bersama seluruh dosen dan mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam sambutan resmi yang mewakili Rektor ITB Riau Pesisir, Dra. Hj. Sirlyana, M.P., Wakil Rektor III, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri di tingkat global.

“Kuliah umum ini bukan hanya menjadi ruang berbagi wawasan internasional, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antarperguruan tinggi lintas negara. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan UiTM Malaysia akan membuka peluang besar dalam pengembangan riset, pertukaran akademik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi saat ini menuntut institusi untuk mampu beradaptasi secara global, tidak hanya dalam aspek pembelajaran, tetapi juga dalam penguatan jejaring kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber dari UiTM mengangkat pentingnya integrasi antara akademisi dan industri dalam menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. Konsep i-ACE yang diusung menekankan pada penguatan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan melalui riset terapan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan komunitas berbasis kemitraan strategis.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penjajakan kerja sama akademik internasional yang mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, publikasi bersama, hingga pengembangan program berbasis industri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ITB Riau Pesisir semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara. (nhd)